Werner
Karl Heisenberg (lahir di Würzburg, Jerman, 5 Desember 1901 – meninggal di
München, Jerman, 1 Februari 1976 pada umur 74 tahun) adalah seorang ahli teori
sub-atom dari Jerman, pemenang Penghargaan Nobel dalam Fisika 1932.
Tahun-tahun awal
Tahun-tahun
sekolah lanjutan Werner Heisenberg terputus oleh Perang Dunia I, saat ia
terpaksa meninggalkan sekolah untuk membantu memungut hasil panen di negeri
Bayern. Kembali ke München setelah perang, ia bersukarela menjadi pembawa pesan
untuk angkatan sosialis demokrat yang bertempur dan mengusir pemerintahan
komunis yang telah mengambil kontrol Bayern. Ia terlibat dalam kelompok pemuda
yang mencoba membangun kembali masyarakat Jerman dari abu Perang Dunia I,
termasuk "Pramuka Baru" yang mengharapkan kehidupan Jerman melalui
pengalaman langsung kepada alam, puisi romantik, musik, dan pemikiran.
Karier
Heisenberg
merupakan salah satu penyumbang besar ilmu fisika pada abad ke-20. Pada tahun
1920 ia memasuki Universitas München untuk belajar matematika. Namun guru besar
matematika tak mengizinkannya pada seminar lanjutan, maka ia berhenti. Ia
kemudian pindah ke fisika. Segera ia mengambil perhatian dalam fisika teoretis,
dan segera bertemu banyak ilmuwan yang karyanya akan mendominasi
dasawarsa-dasawarsa berikutnya, termasuk Niels Henrik David Bohr, Wolfgang
Ernst Pauli, Max Born, dan Enrico Fermi. Satu dari perhatian utamanya ialah
menyusun masalah dalam model atom Bohr-Rutherford. Ia baru saja menerima
Ph.D.-nya pada tahun 1923 — hampir gagal sebab ia melalaikan karya
laboratoriumnya. Penasihatnya berdebat atas namanya dan ia diberi gelar. Ia
menjadi profesor di Universitas Gottingen pada usia 22. Karena menderita
beberapa alergi musiman, ia meninggalkan Bayern ke pulau Heligoland. Di sana ia
memiliki waktu berpikir dan memecahkan masalah model atom. Ia merealisasikan
pembatasan model visual dan mengusulkan bekerja keras dengan data eksperimental
dan hasil matematika. Untuk melakukannya ia menerapkan sistem matematika pada
fisika atom, disebut mekanika matriks. Inilah titik balik fisika. Banyak orang
di bidang ini tak suka karena tak menyediakan model fisika untuk
menghubungkannya. Erwin Schrodinger muncul dengan mekanika gelombang sekitar
setahun kemudian. Ketidaknyamanan dengan sistem Heisenberg naik pada sisi
mekanika gelombang. Pertentangan antarteori terpecahkan kembali saat
Schrödinger membuktikan bahwa semuanya identik.
Pada
tahun 1926 Heisenberg mengikuti Bohr ke Institut Fisika Teori di Kopenhagen.
Ini menjadi satu dari masa paling produktif dalam kehidupan Heisenberg. Pada
tahun 1927 ia memikirkan sifat kuantum dasar pada elektron. Ia mewujudkan bahwa
tindakan pengukuran sifat elektron dengan menembakkannya dengan sinar gamma
akan mengubah perilaku elektron. Ia menghubungkannya dalam persamaan
menggunakan tetapan Planck, dan menyebutnya teori ketidakpastian. Saat banyak
orang mempertahankan gagasan ini, akhirnya diterima sebagai hukum dasar alam.
Albert Einstein sendiri menyanggahnya dengan mengatakan bahwa "Tuhan
menciptakan alam ini tidak sedang bermain dadu".
Kemudian
pada tahun 1927 Heisenberg kembali ke Jerman dan menjadi guru besar termuda di
sana. Jabatan guru besar meminta urusan penuh pada tugas pengajaran dan
administrasi, dan secara alamiah output ilmiahnya berkurang. Dengan kerusuhan
politik di Jerman dan Perang Dunia II, hidup Heisenberg menjadi sulit. Ada
eksodus massal ilmuwan Jerman pada tahun 1930-an, namun Heisenberg merupakan
satu dari sedikit ilmuwan berderajat tinggi yang memutuskan tetap tinggal.
Bersama dengan Max Karl Ernst Ludwig Planck, ia menunjukkan harapan sanggup
melindungi tradisi dan institusi ilmiah Jerman. Pertama ia dan lainnya mencoba
menghalangi usaha Adolf Hitler untuk "membersihkan" ilmu pengetahuan
dan akademi, namun segera Nazi mengontrol universitas. Kedudukannya sendiri
goyah sejak Nazi mengatakan fisikawan teoretis sebagai "Yahudi" dan
selalu dicurigai. Usaha menaikkannya bertemu dengan lawan keras dari pemimpin
politik dan malahan beberapa kolega. Ada waktu saat keamanan dirinya tak
menentu.
Meskipun
demikian, ia lulus penilaian kepribadian bahkan pimpinan pasukan SS
(Schutzstaffel), Heinrich Himmler melarang penyerangan politis terhadap ahli
fisika.
Namun
saat perang mulai pemerintah mengakui, mencurigai atau tidak, kepentingan
pengetahuan Heisenberg. Ia diangkat sebagai direktur proyek bom atom Jerman. Ia
menghabiskan 5 tahun bekerja di sana.
Proyek bom atom Nazi
Meski
bermasalah dengan pemerintahan Nazi, Heisenberg diperbolehkan menetap di Jerman
bahkan loyal kepada Nazi. Setelah fisi Nuklir ditemukan di Jerman pada tahun
1939, Heisenberg masuk dalam program tenaga nuklir dibawah pimpinan Profesor
Walther Bothe. Program ini mengembangkan sati dari senjata nuklir Jerman.
Tugas
Heisenberg adalah menciptakan reaksi fisi yang bertahan dan menciptakan reaktor
pembiakan plutonium di Hechingen. Di lain tempat Profesor Kurt Diebner dan Dr
Paul Harteck, sejawatnya memimpin proyek bom atom tandingan. Mengerjakan
pengayaan uranium dan bom atom berbasis uranium.
Di
sinilah kontroversial muncul. Heinsenberg dianggap salah menghitung massa
kritikal uranium yang dibutuhkan sebuah bom atom. Kesalahan inilah yang
dituding sebagai biang kegagalan proyek nbom atom Jerman. Konon, saat
Heisenberg mendengar kabar pengeboman Hiroshima, ia menganggap hal itu sebagai
taktik propaganda Sekutu saja. Sementara di Jepang, Akio Morita, pendiri Sony
juga pernah memperhitungkan bom atom ini saat bertugas di penelitian
pengembangan persenjataan Angkatan Laut Jepang (Kaigun), Morita sendiri
mengatakan bahwa Jepang perlu 20 tahun untuk membuatnya.
Heisenberg
sendiri pernah membicarakan program pembuatan bom atom dengan Niels Bohr. Namun
pembicaraan mereka tidak pernah tuntas karena Bohr keburu lari ke Amerika
Serikat setelah lolos dari tahanan polisi Jerman. Tanpa basa-basi, Amerika
Serikat merekrutnya dalam Proyek Manhattan.
Disini
kemudian muncul spekulasi lainn yang mengatakan bahwa Heisenberg sebenarnya
tahu banyak tentang semua teori atom namun ia sengaja memperlambat dan
menggagalkan proyek nuklir Jerman atas alasan moral. Diam-diam, menteri
persenjataan Albert Speer sendiri mendukung langkahnya ini, yang kemudian
berbuah friksi di tubuh Nazi.
Pascaperang
Di
akhir perang, Heisenberg ditangkap Sekutu dan ditahan di Inggris selama 6
bulan. Ia dibebaskan dan kembli ke Jerman saat ia mendirikan kembali Institut
Kaiser Wilhelm untuk Fisika, namun menamainya kembali Institut Max Planck,
untuk menghormati kawan dan koleganya.
Heisenberg
memberi kuliah di berbagai negara pasca Perang Dunia II termasuk di Inggris,
Amerika Serikat dan Skotlandia, sebelum akhirnya pindah ke München untuk
bekerja di Institut Max Planck untuk Fisika. Pada tahun 1955-1956 Heisenberg
memberi kuliah Gifford di St. Andrews University dan menulis buku Physik und
Philosophie.
Pada
tahun 1957, Heisenberg bersama Otto Hahn, Max Laue, Carl Friedrich von Weizsacker
dan Max Born merumuskan dan menandatangani protes melawan pengerahan senjata
nuklir oleh Angkatan Bersenjata Jerman dan di seluruh dunia. Rumusan ini
dikenal sebagai Gottingen Declaration of the German Nuclear Physicist.
Ia
memegang banyak kedudukan administratif di Jerman Barat dan mewakili negaranya
pada pertempuran internasional. Ia beristirahat pada tahun 1970, dan meninggal
pada tahun 1976 meninggalkan istri yang masih berusia 39 dan 7 anak.
Pada
bulan Februari 2002, kisah tentang dirinya kembali mencuat setelah seseorang
menemukan surat dai Niels Bohr yang tak terkirim. Surat inilah yang menjadi
landasan jurnalis Robert Junk dalam tulisannya Brighter than a Thousand Suns
untuk menggambarkan Heisenberg sebagai pahlawan. Ia dianggap sebagai pahlawan
karena telah berusaha menyesatkan proyek Jerman sendirian, atas alasan moral

