Benda Kecil Tata Surya (bahasa Inggris: Small Solar System Body) adalah istilah yang didefinisikan pada 2006 oleh Persatuan Astronomi Internasional untuk menyebut benda-benda dalam Tata Surya yang bukan planet atau planet katai: Semua benda lain yang mengorbit Matahari akan dirujuk secara bersama-sama sebagai "Benda Kecil Tata Surya" ... Benda-benda tersebut saat ini termasuk kebanyakan asteroid, kebanyakan Obyek Trans-Neptunus, komet, dan semua benda kecil.[1]
Definisi ini meliputi pula semua planet minor selain yang didefinisi ulang sbg planet katai, yaitu:
- semua asteroid klasik, kecuali Ceres;
- semua centaur dan troyan Neptunus;
- semua obyek trans-Neptunus, dengan pengecualian Pluto, Haumea, Makemake dan Eris;
- semua komet.
Saat ini tidak begitu jelas apakah di masa depan ikatan dengan ukuran lebih kecil akan ditetapkan sebagai bagian dari definisi Benda Kecil Tata Surya, atau akan mencakup semua material hingga ukuran meteoroid, benda-benda mikroskopik terkecil yang mengorbit Matahari. (Pada level mikroskopik terdapat obyek-obyek seperti debu antar planet, partikel-partikel angin matahari dan partikel-partikel hidrogen bebas.)
Kecuali untuk yang besar-besar yang berada dalam kesetimbangan hidrostatis, satelit alami berbeda dari Benda Kecil Tata Surya bukan dalam ukuran, melainkan dalam orbitnya. Orbit-orbit satelit alami tidak berpusat mengelilingi Matahari tetapi mengelilingi obyek-obyek Tata Surya seperti planet, planet katai, dan bahkan Benda Kecil Tata Surya itu sendiri.
Beberapa Benda Kecil Tata Surya berukuran besar mungkin akan diklasifikasi ulang di masa depan sebagai planet katai, menunggu penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan apakah mereka berada dalam kesetimbangan hidrostatis atau tidak.
Orbit kebanyakan Benda Kecil Tata Surya berada dalam dua daerah, yaitu sabuk asteroid dan sabuk Kuiper. Dua sabuk ini memiliki beberapa struktur internal yang terhubungkan dengan perturbasi oleh dua planet besar, Yupiter dan Neptunus, dengan definisi yang longgar mengenai batasnya. Juga terdapat konsentrasi benda kecil dalam jumlah yang sedikit di daerah lain di Tata Surya, di antaranya asteroid-asteroid dekat Bumi, centaur, komet, dan obyek-obyek piringan tersebar.
Referensi
- ^ Budi Suryatin, "Fisika SMP/MTs Kls IX (KTSP)", Grasindo, 9790251688, 9789790251687.
- ^ Ajen Dianawati, "Intisari Pengetahuan Alam Lengkap (IPAL) SD", Kawan Pustaka, 9793034726, 9789793034720.
- ^ Mikrajuddin, "IPA FISIKA : - Jilid 3", ESIS, 9797345130, 9789797345136.
- ^ Mikrajuddi, Dkk, "IPA TERPADU : - Jilid 3B", ESIS, 9797344657, 9789797344658.
- ^ Amir Khosim & Kun Marlina, "Geografi SMA/MA Kls X (Diknas)", Grasindo, 9790250169, 9789790250161.
- ^ Brian Williams, "Fakta Paling Top: Alam Semesta", Erlangga for Kids, 979741891X, 9789797418915.
Sabuk asteroid
Sabuk asteroid adalah bagian Tata Surya terletak kira-kira antara orbit planet Mars dan Jupiter. Daerah ini dipenuhi oleh sejumlah objek tak beraturan yang disebut asteroid atau planet kerdil. Sabuk asteroid disebut juga sebagai sabuk utama (main belt) untuk membedakan dari konsentrasi planet kerdil lainnya di dalam sistem tata surya, seperti Sabuk Kuiper dan scattered disc
Lebih dari separuh massa sabuk utama terdapat di empat terbesar objek: Ceres, 4 Vesta, 2 Pallas, dan 10 Hygiea. Kesemuanya berdiameter lebih dari 400 km, sementara Ceres, planet kerdil yang ada di sabuk utama memiliki diameter sekitar 950 kilometer. Selebihnya mempunyai berbagai ukuran sampai sekecil partikel debu. Distribusi penyebaran bahan asteroid ini sangat tipis sehingga kapal ruang angkasa dapat melewatinya tanpa celaka. Akan tetapi, ada tabrakan antara asteroid-asteroid besar, yang menghasilkan kumpulan asteroid yang memiliki karakteristik yang mirip (orbital dan komposisi). Tabrakan juga menghasilkan debu yang membentuk komponen utama cahaya zodiak (zodiacal light). Sebuah asteroid di dalam sabuk utama dapat dikategorikan berdasarkan spektrumnya, yang sebagian besar jatuh ke dalam tiga kelompok dasar: karbon (C-type), silikat (S-tipe), dan kaya logam (M-type)
Explorasi
Wahana luar angkasa pertama yang melewati sabuk asteroid adalah Pioneer 10. Saat itu ada isu bahwa puing-puing sabuk itu akan membahayakan pesawat luar angkasa tersebut. Namun akhirnya selamat tanpa insiden
Pranala luar
- Arnett, William A. (February 26, 2006). "Asteroids". The Nine Planets. Diakses pada April 2007.
- Asteroids Page at NASA's Solar System Exploration
- Fraser Cain. "The Asteroid Belt". Universe Today. Diakses pada 1 April 2008.
- Hsieh, Henry H. (March 1, 2006). "Main-Belt Comets". University of Hawaii. Diakses pada 20 April 2007.
- "Main Asteroid Belt". Sol Company. Diakses pada 20 April 2007.
- Munsell, Kirk (September 16, 2005). Asteroids Page "Asteroids: Overview". NASA's Solar System Exploration. Diakses pada 26 Mei 2007.
Asteroid
Asteroid,pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari penampakan visualnya. Komet menampakkan koma ("ekor") sementara asteroid tidak.
Asteroid dalam Sistem Tata Surya
Asteroid pertama yang ditemukan adalah 1 Ceres yang ditemukan pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Kala itu, asteroid disebut sebagai planetoid.
Sudah sebanyak ratusan ribu asteroid di dalam tatasurya kita diketemukan dan kini penemuan baru itu rata-rata sebanyak 5000 buah per bulannya. Pada 27 Agustus 2006, dari total 339.376 planet kecil yang terdaftar, 136.563 di antaranya memiliki orbit yang cukup dikenal sehingga bisa diberi nomor resmi yang permanen. Di antara planet-planet tersebut, 13.350[1] memiliki nama resmi (trivia: kira-kira 650 di antara nama ini memerlukan tanda pengenal). Nomor terbawah tetapi berupa planet kecil tak bernama yaitu (3360) 1981 VA; planet kecil yang dinamai dengan nomor teratas (kecuali planet katai 136199 Eris serta 134340 Pluto), yaitu 129342 Ependes [2].
Kini diperkirakan bahwa asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km dalam sistem tatasurya tatasurya berjumlah total antara 1.1 hingga 1.9 juta[3]. Astéroid terluas dalam sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 1 Ceres dengan diameter 900-1000 km. Dua asteroid sabuk sistem tatasurya sebelah dalam, yaitu 2 Pallas dan 4 Vesta; keduanya memiliki diameter ~ 500 km. Vesta merupakan asteroid sabuk paling utama yang kadang-kadang terlihat oleh mata telanjang (pada beberapa kejadian yang cukup jarang, asteroid yang dekat dengan bumi dapat terlihat tanpa bantuan teknis; lihat 99942 Apophis).
Massa seluruh asteroid Sabuk Utama diperkirakan sekitar 3.0-3.6×1021 kg[4][5], atau kurang lebih 4% dari massa bulan. Dari kesemuanya ini, 1 Ceres bermassa 0.95×1021 kg, 32% dari totalnya. Kemudian asteroid terpadat, 4 Vesta (9%), 2 Pallas (7%) dan 10 Hygiea (3%), menjadikan perkiraan ini menjadi 51%; tiga seterusnya, 511 Davida (1.2%), 704 Interamnia (1.0%) dan 3 Juno (0.9%), hanya menambah 3% dari massa totalnya. Jumlah asteroid berikutnya bertambah secara eksponensial walaupun massa masing-masing turun. Dikatakan bahwa asteroid Ida juga memiliki sebuah satelit yang bernama Dactyl.
Catatan kaki
- ^ "Minor Planet Names". Diakses pada 14 Sept 2006.
- ^ "Discovery Circumstances: Numbered Minor Planets (125001)-(130000)". Diakses pada 12 Juli 2006.
- ^ "New study reveals twice as many asteroids as previously believed". Diakses pada 28 Maret 2006.
- ^ Krasinsky, G. A.; Pitjeva, E. V.; Vasilyev, M. V.; Yagudina, E. I. (2002). "Hidden Mass in the Asteroid Belt". Icarus 158 (1): 98-105.
- ^ Pitjeva, E. V. (2005). "High-Precision Ephemerides of Planets - EPM and Determination of Some Astronomical Constants". Solar System Research 39: 176.
Sabuk Kuiper
Sabuk Kuiper (bahasa Inggris: Kuiper belt) adalah sebuah wilayah di Tata Surya yang berada dari sekitar orbit Neptunus (sekitar 30 AU) sampai jarak 50 AU dari Matahari. Objek-objek di dalam sabuk Kuiper ini disebut sebagai objek trans-Neptunus.
Astronom pertama yang mengemukakan keberadaan sabuk ini adalah Frederick C. Leonard pada 1930 dan Kenneth E. Edgeworth tahun 1943. Pada tahun 1951, Gerard Kuiper mengemukakan bahwa sabuk tersebut merupakan sumber dari komet berumur pendek (komet yang memiliki periode orbit kurang dari 200 tahun). Sabuk dan objek-objek di dalamnya dinamai sesuai dengan nama Kuiper setelah penemuan (15760) 1992 QB1.
Bumi super
Bumi superadalah planet luar surya yang lebih besar daripada Bumi tetapi lebih kecil daripada raksasa gas. Istilah bumi super hanya merujuk pada massa planet dan tidak berhubungan mengenai kondisi permukaan atau habitat; istilah ini tidak berarti bahwa planet tersebut akan memiliki suhu atau lingkungan yang mirip dengan Bumi. Terdapat beberapa penemuan bumi super sejak penemuan Gliese 876 d tahun 2005 oleh tim yang dipimpin oleh Eugenio Rivera. Tata surya tidak memiliki contoh planet yang merupakan bumi super, karena planet terestrial terbesar di tata surya adalah Bumi dan semua planet yang lebih besar dari bumi memiliki massa 14 kali massa bumi.
Laa Ikraha, Hanya Allah Yang Maha Mengetahui,
وَ اللهُ اَعْلُمُ

